SAMBUTAN

Selamat datang di
http://460033.blogspot.com
SARANA INTERAKTIF BERBAGI! http://460033.blogspot.com sangat mengharap sumbangan berbagai artikel dari para Pembaca yang budiman. Kesempurnaan hanyalah milik-Nya makadariitu http://460033.blogspot.com sangat mengharap kritik dan saran dari Pembaca. Rachmat W. P.

Senin, 10 Januari 2011

babi dalam budaya

Babi dalam Budaya PDF Cetak E-mail

Ditulis oleh Lase, Ferdinando   
Sabtu, 16 Mei 2009 03:49
Babi bagi masyarakat pegunungan merupakan harta yang mahal nilainya. Tidak hanya untuk dikonsumsi saja, tetapi babi memiliki peranan yang istimewa dalam kehidupan perseorangan maupun sosial. Karena sangat berharganya hewan ternak itu, terkadang kasih sayang terhadapnya bisa berlebihan bagi Anda. Babi dapat di jadikan sarana penghubung antara orang- perorang atau dengan leluhur mereka.
Saling berbagiHal ini nampak ketika babi dijadikan sebagai alat untuk menyatakan perdamaian antar kelompok orang yang saling berseturu. Tidak hanya itu saja, babi pun dipergunakan sebagai mas kawin, sebagai alat pemersatu atau keakraban antar suku, sebagai alat pembayaran denda apabila telah terjadi pelanggaran adat, pengakuan status sosial, hingga assesiories.
Bagian-bagian tubuh babi seperti taring dipergunakan sebagai assesories yang umumnya dipergunakan oleh kaum pria yang dahulu diyakini memiliki kekuatan magis. Minyak babi dipergunakan sebagai minyak rambut atau penghias wajah. Usus babi yang diikatkan pada pangkal lengan menggambarkan kejantanan. Sedangkan tulang babi biasanya dipergunakan sebagai alat penghalus alat-alat pertanian.
Oleh sebab itu, bagi masyarakat pegunungan tengah babi merupakan harta yang tak ternilai harganya. Kasus pencurian seekor babi dapat menimbulkan perang antar suku. Jadi… jangan main-main dengan babi, bisa repot urusannya.
(photo by Rudy Rapang)




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar Anda, sumbangsih Blog saya...