SAMBUTAN

Selamat datang di
http://460033.blogspot.com
SARANA INTERAKTIF BERBAGI! http://460033.blogspot.com sangat mengharap sumbangan berbagai artikel dari para Pembaca yang budiman. Kesempurnaan hanyalah milik-Nya makadariitu http://460033.blogspot.com sangat mengharap kritik dan saran dari Pembaca. Rachmat W. P.

Jumat, 17 April 2009

KAMUS BATAK TOBA - INDONESIA _ P

KAMUS BATAK TOBA - INDONESIA _ P


P
Pa, awalan kata kerja, berarti: membuat, menjadikan; pabontarhon, menjadikan putih, memutihkan; paotootohon, menjadikan bodoh yaitu menipu; palahohon, membuat supaya pergi, sering dengan akhiran "hon"; juga menyatakan kata bilangan pangkat msl; palimahon, kelima; papituhalihon, untuk ketujuh kalinya.

Paal, = pal.

Pada, guru di ho manang pada hapur manang pada sira bahenonmu, saya berada dalam kekuasaanmu, engkau dapat memakan atau membunuh saya.

Padam, I. = peam, biasa. II. = mintop.

Padan, persekutuan, janji, ikrar, kaul, aturan, peraturan; Padan na robi, Perjanjian Lama; Padan na imbaru, Perjanjian Baru; marpadan, berjanji, mengadakan persekutuan; parpadanan, persekutuan, perjanjian; mamadanhon, membuat sesuatu menjadi persekutuan; dongan sapadan, kawan sepersekutuan, rekan seperjanjian.

Padang, padang, padang rumput, dataran; Padang Bolak, nama daerah di Tapanuli Selatan; sering dipakai untuk nama kota msl Padang Sidempuan.

Padar, makanan yang digulai pedas; mamadar, cara memasak dengan membakar dan mencampur dengan darahnya; mangan na pinadar, makan daging yang digulai seperti tersebut di atas, makan enak.

Pade, = ture, (Angk). Padeha, seloroh, gurau, lawak; sideak padeha, pelawak.

Padi, padi (eme); mangido bunga padi, memohon padi berbulir dalam doa yang resmi.

Padidit, sej tupai, bajing.

Padodot, beruntun, bersambung, berturut-turut; opat ari padodot, berturut-turut empat ha-ri; monang padodot, menang secara beruntun, tiap kali menang.

Padoha, naga padoha, naga legendaris yang dianggap menyanggah atau mendukung bumi dan menyebabkan gempa.

Padot, rajin bekerja, tekun, telaten; padot marulaon, rajin bekerja; manghapadothon, mencintai dan menekuni bidang kerjanya. II. sipadot, sapu; mamadoti, menyapu di halaman desa.

Padu, membeku, mengental mengenai susu, dan embrio bayi dalam kandungan.

Paduk, I. batu yang diikat di bawah jala agar jala itu tenggelam. II. sej permainan judi dengan melempar uang logam mengenai sasaran; marpaduk, main lempar uang logam mengenai sasaran.

Padung, pinggiran dasar sekeliling lobang lesung.

Paet, pahit; sipaetan, sej ikan; ubat na paet, obat pahit, kina.

Pagabe, sej alat tenun, mistar besar yang dipakai menetak benang waktu menenun. Pagani, bayonet.

Pagapaga, = ampapaga.

Pagar, penolak bala, penangkal untuk menjauhkan roh-roh jahat dan pengaruhnya; humunti pagar, menjungjung penangkal yaitu: hamil, sebab para wanita memakai penangkal waktu itu; parpagaran, tempat penyimpanan penangkal; mamagar, membuat penangkal; jenis-jenis: pagar mula jadi, penangkal terhadap kehamilan dan dipakai waktu permulaan hamil; pagar pareme, penangkal yang digantungkan di dalam rumah sesudah anak lahir; pagar pangorom, penangkal untuk menghindarkan roh yang jahat (begu).

Pagaran, lapangan di luar kampung dimana kerbau tidur di waktu malam; sering dihubungkan dengan nama kampung msl Pagaran Julu d.l.l.

Pagi, pagipagian (ni) siari = di laonlaon ni ari; pagian, kemudian, kelak, lama sesudah itu, sesudah lama berlalu.

Pago, tiang perbatasan, tiang yang dilantak; pago, terlantak, terpancang; mamagohon, melantak, memancangkan; pagopago, uang bukti yang dibayar kepada kepala-kepala yang mengadili sebagai tanda bahwa perkara itu selesai; nunga mardalan pago, perkara itu sudah diselesaikan.

Pagol, sipagol, sarang ulat, kepongpong mengenai ulat belalang; pagol, kuat, tak tergoyang lagi.

Pagul, rangkai buah siala. Pagut, = pargut.

Pagutpagut, melemparkan kaki muka secara cantik mengenai kuda.

Pahae, hilir, bdk jae.

Pahan, bdk mahan, mamahan, memelihara ternak; pinahan, ternak piaraan, hewan ternak; pahanon, idem; pahanpahanan, bermacam ternak; mangalului babi pahanon, dalam arti sembunyi: mencari isteri.

Pahantan, sej padi yang berasal dari daerah Pahantan.

Pahar, dipahar soarana, dinyaringkan suaranya.

Pahe, = mamahe, mengenakan pakaian, berpakaian rapi, berbusana; pahean, hiasan, pakaian, berbusana, sandang; pamahemahe, pesolek, orang yang suka berpakaian rapi, cara berpakaian; pahe, tampan; jolma na pahe, orang tampan.

Pahepahe, juga sipahe, sapu ijuk.

Paho, = adat, tatakrama, aturan perilaku menurut adat; marpaho, bertatakrama, bersikap sopan santun, beradat; na so paho, biadab, tidak tahu sopan santun.

Pahompu, cucu, bdk ompu.

Pahu, tumbuhan semak sej pakis besar, pakupakuan, jenis-jenis: pahu hare, pahu lipan, pahu gaja, pahu landit, pahu dengke; P.B.: asing do hodong, asing do pahu, asing do ho, asing do ahu, lain pelepah, lain pakis, lain anda, lain saya.

Pahulu, kehulu, bdk julu.

Pahupahu, bagian pinggir, yang paling pinggir; pahupahu ni suri, gigi sisir yang paling pinggir; pahupahu ni igung, bagian sempit hidung; pahupahu ni rusuk, rawan iga.

Pail, namail, memanggil agar datang.

Paima, bdk ima.

Paiogon, = indahan (And).

Pais, I kancil, pelanduk. II. pengadu, pembuka rahasia; parpais, pengadu, peleceh.

Pait, = paet.

Paja, cekatan; paja mardalan, cekatan berjalan mengenai anak kecil.

Pajak, pajak; marpajak tu, memajak, mengadakan perjanjian pajak dengan seseorang.

Pajal, kayu yang dilantakkan pada sesuatu; mamajalhon, melantakkan ke sesuatu msl sepotong kayu, lembing, paku; tarpajal, yang diunjamkan, yang dilantakkan.

Pajok, mamajok, berkediaman, menempatkan di suatu tempat; mamajok hubu, huta, mendirikan kubu, desa, kampung; mamajok patik, menetapkan undang-undang.

Pajop, memegang; bdk jop.

Pak, depak, bunyi mengenai mengetok atau memukul, tepuk; mamakpak, menampar, menyapa dengan kata-kata kasar; marlapak, bdk lapak, berdepak.

Pakpak, puncak; pakpak dolok, puncak gunung; pakpak ulu, ubun-ubun, batok kepala; sian palak ni patna ro di pakpak uluna, dari telapak kaki ke batok kepala; Pakpak, satu kelompok sub etnis Batak.

Paksa, paksa, perintah; marpaksa, membuat hukum, undang-undang; mamaksa, memerintahkan, memaksa.

Pal, pal, jarak yang dapat dijalani selama kira-kira 20 menit.

Pala, I. bdk pola. II. bdk mala.

Palait, lembing bermata bengkok.

Palak, telapak, tapak tangan atau kaki; palak ni tangan, telapak tangan; palak ni pat, telapak kaki.

Palang, bunga rias.

Palangge, tongkat sej bermata pisau.

Palangka, palung yang dibuat dari kayu, tempat makan ternak; suang palangka, sej hukuman pencurian, kalau seorang mencuri ternak dalam kampungnya sendiri dan ditangkap, dia harus hanya mengembalikan apa yang dia curi, karena dianggap belajar mencuri dan bila kelak dia lebih cakap dan mencuri di kampung lain, maka penghuni kampung memperoleh laba dan kenikmatan dari perbuatannya itu; gana palangka, sej sumpah, sumpah palung, lih gana.

Palangki, emas tulen, sepuhan emas halus.

Palano, pelana; abit ni palano, kain pelana; mamalanoi, memasang pelana.

Palaspalas, menara.

Pale, mapale, sangat pedih; mamale, bertambah pedih; pinalepale ni sahit, diganggu penyakit; na pinale = hapas.

Palge, beras yang terpilih, bagus dan besar, beras yang bernas.

Palia, pohon petai.

Palias, lih lias.

Paling, daging ternak yang mati tidak karena disembelih, jadi mati karena sakit.

Palingpalingan, sangat tua, tua bangka, jompo.

Palis, mamalis udan, mengusir hujan dengan ilmu sihir, menangkal hujan.

Palit, parpaliton, plester dari kapur atau baja dan minyak yang dilapukan di pelepis sewaktu sakit kepala; marpalit, melapukan kepala seperti msl dibuat pencuri agar tidak dikenal orang; mamalit boru, menerima seorang anak perempuan sebagai pembayaran utang dalam hal mana ia oleh perutangan dijadikan dia sebagai menantunya.

Palito, pelita, lampu teplok; parpalitoan, perpelitaan, kakidian, kandil.

Pallom, tetap duduk di satu tempat, terduduk terus.

Palnat, lebar, rata.

Palo, bintik-bitik putih di mata; paloon, menderita penyakit ini, menderita keputihan mata; mata na paloon, mata yang berbintik-bintik putih.

Palok, tondi sipalokpalok, hantu yang menjadikan penyakit.

Palos, tondi sipalospalos.

Palpal, botak mengenai kepala, gundul mengenai gunung atau ladang; palpal ulu, botak kepala; sipalpal ulu, orang botak; mamalpal, mencukur sampai gundul, membotaki; dipalpal ari ibana, dia kedatangan guruh, guruh menimpanya.

Palse, tidak sedap mengenai citarasa, hambar.

Palsuk, teronggok, terhimpun, terkumpul, tertumpuk.

Paltak, kuat, gemuk, nyata, terang mengenai garis, juga mengenai kesalahan.

Palti, harmonis, serasi, berpatutan dalam perbandingan satu sama lain msl pada rumah.

Palu, mamalu, membunyikan, memalu, meniup, memukul, memainkan alat musik; menembakkan senapang; mamalu gordang, memukul gendang; mamalu sarune, membunyikan sarune; mamalu poti marende, memainkan harmonium; mamaluhon palupalu ni dongan, membalas aniaya yang dibuat orang; palupalu, kayu-kayu kecil (pemukul) yang dipakai untuk memukul gendang; paluan, tempat ogung yang dipukul; pasuang palupalu, membalas perbuatan yang sama; uhum pasuang palupalu, hak untuk membalas.

Pamangan, mulut (bdk mangan, pangan).

Pamatang, badan, tubuh (dari: batang).

Pampat, mamampat, memberangi. II. sabur pampat, umum mengenai pajak yang setiap orang harus mengambil bagian secara merata.

Pampe, (bdk ampe), diangkat menjadi raja; pampe tu roha, dihafal; mamampehon, meninggikan, mengenakan.

Pamurunan, bdk purun, dapur, tungku dapur, pemasangan api.

Panahit, (dari: sahit) cacing dalam usus; panahiton, penyakit cacing dalam usus; ubat panahit, obat anti cacing.

Panangga, na di toru ni tangga, anjing.

Panas, panas, keringat, peluh; panasan, berkeringat, berpeluh, kepanasan; haen panas, selimut, selimut wol; panaspanas hasian, keringat dingin, peluh dingin.

Pandan, pandan yang daunnya dipakai untuk menganyam, jenis-jenis: pandan misang (harum), pandan sirabun; pandanpandan, sej ikan laut.

Pandang, mata bidik, pejera pada senapang; mamandang, memandang, melihat, menilai, menghargai sesuatu; ndang dipandang ho uhum na denggan na binahen tu ho, engkau tidak menghargai rukun kebaikan yang diperlakukan buatmu.

Pande, pandai, pintar, terampil, tukang, ahli; pande hau, tukang kayu; pande bosi, tukang besi; pande perak, tukang perak; na pande di hata; yang pandai bicara; hapandean, kepandaian, kecakapan, pekerjaan tangan, ketrampilan; marhapandean, mengerjakan pekerjaan tangan, berketrampilan.

Pandis, bersih, murni mengenai barang tenunan.

Pandita, sarjana, pendeta, pastor, misionaris.

Panjang, = leleng; sapanjang, = saleleng, selama.

Pandol, mamandol, menyepak, menerjang orang; mamandol u-tang, berhenti sejenak pada main judi untuk menentukan utang-utang masing-masing; ma-mandol singkoram, mengambil gadai msl sebidang tanah ladang.

Pane, kilat dalam bahasa datu, kilasan-kilasan kilat waktu gelap hari; nama sungai yang datang dari Tanah Batak dan bermuara di pantai Timur Sumatra.

Panepane, demam, typhus; panepaneon, berdemam, sakit typhus, terkena typhus.

Pang, kuat, dewasa, keras, berani; dari minuman: keras, yang dibuat mabuk; siinumon na pang, minuman keras yaitu tuak yang memakai sej ragi; bola pang, berbelah mulai dari tengah-tengah.

Pangan, mangan, (hupangan, dipangan), makan; hupangan, saya sedang makan; dipangan, dimakan sesuatu; sipanganon, makanan; papangan, cara makan; pamangan, mulut; marsipanganon, dihajap, dilahap, dimakan banyak; sipangan mago, seorang yang makan nasi orang lain tanpa memberi hasil pekerjaan, untuk mana dia diminta, juga dikatakan mengenai raja-raja yang makan makanan orang yang bertikai dengan lahapnya tetapi tidak menyelesaikan perkara pertengkaran mereka;marmanganan, makan mengenai orang banyak; dipangan rohana, berkenan akan dimasukkan di dalam pikiran; mamanganihon, banyak makan; tarpangan dai, merasa, merasa enak mengenai sesuatu; panganan, penganan, piring; dongan sapanganan, teman semeja makan; bilut panganan, kamar makan; P.B: ianggo rupa ndang tarpanganhon, pangalaho do na tarpanganhon, yang bisa bukan rupa, melainkan budi pekerti (nasehat kepada pemuda yang mencari calon isterinya); sapanganan daludalu, masih kerabat pada generasi keenam yang mempunyai nenek moyang yang sama; sapanganan lombu, masih kerabat generasi kesepuluh; sapanganan horbo, masih kerabat pada generasi ke tigabelas.

Pangar, terbuka lebar-lebar mengenai lobang.

Panggal, lebih tebal pada ujung dari pada pangkal; P.B: tu tonggina songon panganon tobu, tu panggalna songon buar-buar, semakin manis seperti halnya makan tebu yang dimulai dari ujungnya yang paling sedikit manis; bertambah besar sebagai halnya dengan palem buarbuar, artinya: yang terbaik disimpan terakhir, semakin lama semakin baik.

Panggang, mamanggang, panggang, memanggang di atas api (tu api), mengasapi.

Panggil, mamanggil, panggil, memanggil.

Panggu, rimbas, pacol, cangkul; mamanggu, merimbas, memacol.

Panggul, bagian belakang binatang.

Panggung, tumpukan, bukit; marpanggungpanggung, bertumpuk-tumpuk, bertimbun-timbun, berbukit-bukit.

Pangir, marpangir, berlangir, mencuci diri dengan jeruk purut (terlebih rambut); unte pangir, jeruk sitrun untuk membersihkan rambut atau kulit; mamangiri, mencuci diri dengan jeruk ini.

Pangisi, bdk isi.

Pangkal, pokok, bagian bawah pohon kayu atau semak; modal yang dipakai untuk berusaha; marpangkal, berusaha dengan modal.

Pangkat, I. pangkat, jabatan, status; pangkat harajaon, pangkat seorang raja; manjalo pangkat, menerima jabatan; mijur sian pangkat, dilepaskan dari jabatan, kena pecat. II. sej rotan besar.

Pangke, bdk pahe; mamangke, memakai, memanfaatkan; sipangkeon, bisa dipakai; tu aha pangkeon? untuk apakah itu dapat dipakai, apa kegunaannya? pangke, bagus, elok, cantik; pamangke (di), pemakaian, cara memakai sesuatu.

Pangko, batang pohon aren yang sangat keras, dari mana dibuat batang lembing; sipangko tali, sej padi.

Pangkur, cangkol; mamangkur, mengerjakan ladang dengan cangkol.

Pangkut, mamangkut, memagut, mencangkol.

Pangpang, lumpuh; marpangpang, dalam keadaan lumpuh, menderita lumpuh.

Pangsa, bdk paksa.

Pangulima, = ulubalang, panglima, pelopor, pahlawan.

Pangus, mamangus, menyamun orang dengan menangkap pengunjung, menyamun, merampok; pamagus, perampok orang, penyamun.

Paniala, kutuk, balas dendam dari hantu (begu).

Paniti, peniti.

Panji, panjipanji, perhiasan dari bulu yang disuntingkan anak-anak di kepalanya; hira panjipanji, sangat cepat bergerak, ligat, berlari amat cepat. Panjol = pandol dan ponjol.

Panju, panglima perang, komandan peperangan, kepala pasukan, penghulu perang.

Panjut, obat tampal, plester pada luka dan gigi yang berlobang untuk menarik ulat yang diduga ada disitu; pamanjut, idem; mamanjut, merawat sakit gigi dengan memasukkan minyak ke gigi dan kemudian menarik ulat-ulat itu.

Panopano, jerawat, bercak hitam di wajah, panu.

Pansa, panggung atau dangau di tengah-tengah ladang sebagai tempat mengusir burung dari ladang.

Pansang, mamansang, memanggil untuk berkumpul; parpansang, dipanggil untuk berkumpul mengenai rapat.

Pansar, jauh, luas, sembur; pansar baritana, namanya terberita, tersiar beritanya; partigatiga pansar, saudagar yang pergi berdagang ke tempat-tempat yang jauh, pedagang keliling.

Pansing, bersih dibilas; segala-galanya dilaksanakan sehingga tidak ada lagi yang harus dikerjakan; mamansinghon, disapu bersih, dimusnahkan habis-habisan.

Pansung, = ansung, takaran isi untuk tuak; pansung bahen, potong miring.

Pansur, pancur, mata air; bunga pansur, sej tanaman berbunga putih dan merah;mamansur, memasang pansur, mengalir, berpansur; hoda sipansur, kuda petak; pansur na tolu, pansur na pitu, nama tempat; pansur ni bagot, ijuk yang mengarah ke atas.

Pansut = pago; mamansuthon, melantakkan, meluluh-lantakkan.

Pantang, = subang, pantang, dilarang, larangan; pantang ni abit, haid, menstruasi; pantangan, sebuah rumah kecil di kampung yang tidak boleh diinjak oleh orang lain hanya oleh dukun.

Pantar, lantai papan dalam rumah, dibuat dari batang-batang pohon kayu atau bambu, juga lapik tikar di tempat tidur yang dibuat dari pelepah pohon enau; pantarpantar, lantai; mamantar, memasang lantai.

Pantas, pantas, cakap, arif, sering dalam kata majemuk; pantas marroha, berakal budi, arif, berbudi luhur.

Pantik, tertancap terpantak, terhujam msl kapak, pahat atau lembing; mamantikhon, memantakkan, menancapkan lembing, paku.

Pantil, panggung dari kayu atau tanah, menara jaga terdiri dari bambu.

Pantis, bahan lilin; nama daerah.

Pantom, mamantom, melimbaikan, melembing, melembingkan, melemparkan sesuatu; mamantomhon, memakai sesuatu untuk dilembingkan, dilambaikan, me-lembingkan, menombakkan. Pantun, sopan santun, berperangai baik, beradab, beradat, hormat, kesopanan, berbudi bahasa; pantun hangoluan, tois hamagoan, kesopanan, pangkal kehidupan, kepongahan pangkal celaka; P.B.: tubu sigiragira sajongkal dua dopa, molo pantun manghuling, luhut do na lomo roha, tumbuh pohon nira sejengkal dua depa, apabila berbicara sopan, semua orang menyukainya.

Panunuhon, bdk tuhuk.

Panumbeangan, bdk eang.

Panurirang, bdk surirang.

Panut, jarum besar dari bambu yang dipakai untuk menganyam karung-karung dari bulir; mamanuti, membuhul, menampal mengenai anyaman atau tikar.

Paor, bdk haor, bergerak secara tidak tenang mengenai tangan dan kaki; balok ni paor, sangat gelisah, tidak tenang, membuat hiruk pikuk.

Papa, kusut; surat papa = surat lilu.

Papadehor, suatu tanda pada ayam ramalan.

Papak, berhalangan, terhalang.

Papaluan, sej burung yang bersarang di ladang padi.

Papan, papan; papanpapan, papan lantai; pamapan, bagian belakang alat pertenunan; mamapan, melebar dan mengeras seperti papan, dikatakan mengenai borok pada punggung kuda atau orang yang tambun; sangkapapan, sebuah parira, petai.

Papateak = pateak.

Papene = penepene, lih pene.

Papi, seksama, insyaf, teliti, teratur dalam pekerjaan, penuh tanggung jawab.

Para, tinggi; marsiparaparai, tidak sama tinggi mengenai padi di ladang; anak para = dolidoli (na modom di parapara?).

Parak, sisa-sisa yang mengendap dalam segelas tuak, busa tuak, bagian-bagian kental di tuak.

Parako = parangko.

Parana, anak parana, pemuda.

Parangan, soldadu, prajurit, pasukan.

Parange, perangai, tingkah la-ku, kelakuan, sifat; mamarangehon na tama, berperangaikan yang pantas, yang baik; marparange, berperangai, berkelakuan.

Parangko, perangko.

Parapara, bdk para, rak kayu dalam rumah Batak yang dipasang sari pintu sepanjang rumah, parapara.

Parapat, sej bambu, juga: nama marga.

Parar, mamarar, mempergunakan sesuatu, memanfaatkan sesuatu, karena tidak ada yang lebih baik, marpinarar, memakai kesempatan, menghargai sesuatu biarpun bernilai rendah. Parasan = tandok.

Parate, tempat tidur.

Parau, perahu, kapal; marparau, naik perahu, berperahu; anak parau, awak perahu, anak kapal; parau bubus, perahu yang bocor yaitu pemboros; parau hosa, balon udara; parau kopal, kapal uap; parparauon, perkapalan, pelayaran; P.B.: ndang tarbahen harom parau samponggol, mana bisa karam sebelah perahu: artinya mana bisa hanya sepihak bersalah, kedua belah pihak mempunyai kekurangan dan karenanya harus memperbaikinya.

Parduan, bagian, kawanan, (dari parduaan).

Parduli = perduli.

Pare, sej ikan laut; parparean, daerah di Toba, dimana ikan itu dulu diimpor.

Pareman, pereman.

Parenta, perintah.

Pareon, sipareon, telinga, pendengar, kuping (And).

Pareso, periksa; paresohon, memeriksa.

Parespes, kecil sekali, krepos; uang parespes, = getep, ketip, uang kecil.

Pargut, mamarguti mencotok mengenai burung, menerkam mengenai ular, memaguti; hona pargur, kena gigit (ular).

Parhohas, alat bunyi-bunyian, perkakas tukang kayu, lih hohas. Pari, = pare.

Pariama, bintang pariama, gambaran bintang pleyaden.

Pariban, anak perempuan saudara ibu laki-laki (mamak) atau adik suaminya; anggi pariban, adik perempuan isteri seseorang; hahapariban, kakek perempuan isteri seseorang.

Parik, tembok dari tanah; mamarik, membuat tembok, membenteng; mamarihi, dikelilingi tembok; upa parik, sebidang tanah yang diterima setiap penduduk dari kepala kampung selama ia tinggal di kampung itu.

Parinse, perisai.

Pariok api, periuk api, periuk besi.

Parir, celaka, sangat menyedihkan, papa, sengsara; hapariron, kemelaratan, kesukaran, kesakitan, sengsara.

Parira, pohon petai.

Parkaro, perkara, proses, masalah pengadilan.

Parompuan, bdk ampu.

Parpar, berketurunan banyak.

Parti, teliti dalam pekerjaan, selaras, cermat, akurat, rapi.

Paruparu, = paranak bodilan, tempat peluru.

Parumaen, menantu perempuan; parumaen di losung, = parumaen sinonduk, calon menantu perempuan, yang sudah diterima dalam rumah sebagai pembantu dan sudah diberikan mas kawin, mengenai dia dikatakan: hira hatoban siulaon, alai hira raja nasida anggo di sipanganon, ia harus kerja seperti seorang hamba, tetapi ia peroleh makanan seperti seorang raja.

Parung, luka, bisul; marparungparung, bisulan, berbisul banyak, kutilan, borok-borokan.

Pasa, tali pasa, tali dari kulit kerbau.

Pasak, mamasak, memukul atau menokok dengan martil atau sepotong kayu; pasakpasak, pe-mukul, martil.

Pasak, lintah, pacet.

Pasal, = tuhe dan tuho, tanda perbatasan.

Pasang, I. pasang; sapasang, sepasang, sestel; sapasang abit, satu pasang pakaian, sestel pakaian; sapasang, memasang uang taruhan dalam permainan judi; mamasang bodil, menembakkan senapang; mamasang palito, menyalakan lampu; mamasang hoda, mengenakan kekang dan pelana (kuda); mamasang hepeng, memasang uang taruhan dalam permainan; pasang laut, air pasang; pasang surut, air surut. II. pasang, parah mengenai penyakit.

Pasar, pekan, pasar, pajak.

Pasi, I. pasak, pen, baji, msl pada balok atau pada pisau yang menghubungi pisau dan gagang; ndang hasigatan pasi dibagasan suhul, puting yang ada pada pegangan pisau harus diperiksa dengan baik; pasipasi, sisa, restan. II. pasi, awalan pada kata benda yang berarti: uang pembeli: pasitimbaho, uang untuk membeli tembakau; pasiulos, uang untuk membeli ulos.

Pasing, sipasing, ulat, capung (rimbur).

Pasir, tepi danau, pantai; topi pasir, tepi pantai, tepian berpasir; gule pasir, gula pasir; apus pasir, sumpah yang kuat (gabe soada molo...).

Paske, andor paske, sej tanaman menjalar berbunga merah dan penyet.

Paspas, terantuk pada, tertumbuk pada, terhempas; mapaspas, rontok mengenai rambut, botak, habis mengenai modal; mamaspas, menghempaskan pakaian; dipamaspas ni hala.

Pastap, pukulan dengan telapak tangan, menampar; hona pastap, kena tampar; mamastapi, menampari.

Pastima, Barat.

Pasu, I. pasuan, marah mengenai begu yang msl marah terhadap orang yang membuat sumpah palsu. II. pasupasu, berkat; mamasumasu, memberkati; mamasumasuhon tu, menumbuhkan sesuatu yang menjadi berkat bagi orang, menurunkan berkat kepada; pinggang pasu, pinggang porselen(mahal dan memakai gambaran biru).

Pasul, tidak hormat, tidak sopan mengenai kata-kata, biadab. Pat, kaki; ulu ni pat, tempurung lutut; mardalan pat, berjalan kaki; siopat pat, yang berkaki empat; pat ni emper, kaki emperan, tiang.

Pata simangot, = gohan, bdk gok I.

Patar, jelas dan mudah terlihat, terang, tidak ada yang tersembunyi, terbuka, transparan, nyata; patar tarida, jelas nampak; mamataratar, memperlihatkan diri dengan terbuka; papatarhon, menyatakan, mengumumkan secara terbuka; hapataron, kejelasan, keterbukaan.

Pate, bdk mate, siap, selesai, tidak dapat diubah lagi, berakhir msl perkelahian, perkara; hampir kena sewaktu menembak, mati; nunga pate, dia sudah mati; pate gora, perselisihan sudah diselesaikan, selesai sengketa; papatehon, mengakhiri, memutuskan; hapatean, akhirnya perkara, cara menyelesaikan perkara; marhapatean, berakhir, jalan keluar, berakhir tuntas; marhapatean tu na roa, berakhir jelek, berakhir dengan tidak baik, berakhir kearah yang buruk; patelaho, bdk: patilaho.

Pateak, berkotek mengenai ayam, yang mau bertelur; juga bunyi ular yang meniru bunyi ini; marpateak, = martatageak, berkotek.

Pati, bdk pate, patipatian, peraturan yang membuat perselisihan menjadi berakhir msl bila persoalan itu diserahkan kepada keputusan Tuhan: siapa di antara kita berdua meninggal dalam satu bulan ini, dialah yang bersalah.

Patia, burung kecil yang bercorak-corak yang dalam dongeng bertindak sebagai raja burung.

Patialu, sej penyakit demam yang datang berulang-ulang, demam berkala.

Patialum, kurap pada pelir.

Patihala, pening, sakit kepala, migrain; patihalaon, menderita nyeri kepala sebelah.

Patik, aturan larangan yang disepakati bersama, aturan, hukum, undang-undang; manuan patik, membuat undang-undang; mangalaosi patik, melanggar undang-undang; mamatikhon, mengundang-undangkan; pamatik, pembuat undang-undang, penegak undang-undang; sisuan patik, idem.

Patilaho, pemberian berupa uang yang diberikan parboru kepada paranak sebagai tanda bukti bahwa yang cerai atau menjanda itu boleh kawin lagi, tentunya bahwa tidak ada orang lain yang menaruh hak atasnya, ini merupakan juga pertanda semua uang mahar harus dikembalikan.

Pato, = mago.

Pator, = pantar.

Patpat, mamatpat, menaruh air ke kapur untuk memadamkannya.

Patu, dikalahkan, tunduk, tahluk, patuh; mangoloi patu, menaklukkan diri; papatuhon, menundukkan, menaklukkan, memperhambakan, mengalahkan dalam peperangan.

Patuan, yang dipertuan, gelar raja dari: tuan.

Patumonaan, bdk bona (mona).

Patung, makanan kenduri yang diadakan oleh para pedagang sebelum mereka bepergian.

Paturo, lih ro.

Patut, patut, wajar, apa yang pantas dan layak; na patut, yang patut, yang pantas.

Pauk, I. mamauk, melambaikan cangkol, melemparkan kaki ke atas (kuda). II. sipauk, sej burung hantu.

Paung, payung cina, istilah Batak ialah saong.

Pauseang, pemberian, kebanyakan terdiri dari sebidang tanah yang diberikan ayah kepada puterinya yang kawin; pada orang-orang kaya hal ini adalah penting sekali dalam hal mana pengantin laki-laki hampir seluruh mas kawin dengan jalan ini diterima kembali.

Paut, mamaut, mengikat; tali papaut, tali untuk mengikat sesuatu; P.B.: tali papaut tali panggongan, taripar laut tinanda rupa ni dongan, tali simpul tali ketat, biar seberang laut namun kawan tetap ingat.

Pe, I. pun, juga, bahkan; didok ho pe songon i, jika engkau bicara begitu juga; raja i pe ndang olo, juga raja itu tidak mau; nuaeng pe, sekarang pun; songon i pe pangalahona, walaupun demikian halnya; atik pe, agan pe, walaupun, meskipun, sekalipun; i pe, itupun, barusan, oleh sebab itulah; on pe, inipun jadi, demikian; dung pe...asa, barulah, sesudah itu maka; dung pe ro donganna asa borhat ibana, baru setelah temannya datang, ia baru berangkat; i pe asa huboto, baru sekaranglah saya tahu; nuaeng pe asa huida ho, baru sekaranglah engkau kulihat; nang pe, walaupun, sungguhpun; ia...pe, walaupun; manang didia pe, dimanapun juga; manang ise pe, siapapun juga; pe...pe, baik...maupun; tu siamun pe taho, tu hambirang pe taho, baik ke kanan maupun ke kiri adalah baik; baoa pe, boruboru pe, baik laki-laki maupun wanita. II. menunjuk waktu mendatang; ro pe ahu, saya akan datang; huingot pe, saya akan ingat; marsogot pe, besok.

Pea, dataran rendah, rata, datar, lembab; tano pea, tanah datar; sering dihubungkan dengan nama daerah: Hutapea, Pea raja, Pea na jagar, Pea Talun dll.

Peak, terbaring, terletak, tertidur, tergeletak; marpeahan, bergeletakan, berletakan disekeliling mengenai benda-benda atau orang; peak roha, rendah hati; mameakhon, meletakkan, membaringkan; papeakhon, idem; dipampeakhon, semua digeletakkan, semua dibaringkan; mameakhon uhum, menjatuhkan hukum, mengadili; mameakhon rujiruji, meletakkan kayu-kayu hitung yaitu memperhitungkan; hapeahan, tempat dimana sesuatu terletak; parpeak, bagaimana letaknya sesuatu, letaknya. Peam, terbiasa; papeam, membiasakan (dirinya); somalna do peamna, lambat laun orang akan menjadi biasa juga, karena terbiasa jadi kerasan; mameami (dipeami), membiasakan.

Pear = parar.

Pedan, teman, sahabat, kawan, rekan; marpedan, berteman, bersahabat, mempunyai sahabat; peden, panggilan "kawan".

Pede, juling; pede matana, matanya menjuling; simata pede, orang yang juling, simata juling.

Pedem, = podom, tarpedem, ter-tidur, terkantuk-kantuk; papedem, tidurkan, membuat tidur.

Pedor, hilang mengenai barang-barang karena sering dipinjamkan.

Pedu, mamedu, menyimpang, menjungkir, menyeleweng; papeduhon langka, menyingkir, jalan menyimpang.

Pegang = pogang; mamegang, memegang; memegang harajaon, memerintah; pegangan, pemerintahan, penguasaan.

Pege, jahe; mangan pegepege, makan daging dengan upacara sewaktu hendak memulai perang.

Pegol, pegol patna, ia mempunyai kaki tapak kuda.

Pegul, bungkuk; pegulon, bengkok.

heng, peheng rungkungna, kuduknya kaku.

Pehet, =pihit, berhemat-hemat.Pehu, pehu na pitu, dewa-dewa astrologi seperti panggorda na ualu, lamadu na onom, nama-nama ketujuh pehu adalah: artia sanggasti, soma simonang barita, anggara patimosna, muda sampe tua, boraspati pidoras, singkora sunggu sori, samisara sunggu raja.

Pejet, rata mengenai air.

Pek, bdk lepek, mamekhon, memperhatikan, menghiraukan, mencamkan, memperdulikan sesuatu; ndang dipekhon, tidak diperdulikan.

Pele, mamele, umpele, menyajikan, mempersembahkan sajian, kurban kepada dewata atau roh; mamelehon, mempersembahkan sebagai kurban; pelean, persembahan, kurban sajian; mamele begu, memberi persembahan kepada nenek moyang, kepada roh-roh, menyembah roh; sipelebegu, orang kafir, pemuja nenek moyang, penyembah arwah.

Peleng, bdk eleng, serong, mereng, miring, bungkuk; papelengpeleng, memerengkan kepala, menundukkan kepala, menggoyangkan kepala.

Peles, kotak kaleng.

Pelhong, = puhung; marpelhongan, bungkuk, berbengkok-bengkok.

Pellong, buta, beliak mengenai mata.

Pelpel, kecil, hina.

Peltek, marpeltekpeltek, dalam tumpukan-tumpukan kecil, bertebaran, tercecer sedikit-sedikit. Peltok, kata-kata yang menentang suatu keputusan protes; mameltok, dengan kata-kata menentang keputusan, memprotes, berlawanan dengan kata.

Pelut, sulit untuk dibelah mengenai kayu, sulit dipecahkan.

Pen, pena; mata ni pen, pen, mata pena; tangke pen, tangkai pena.

Pendek = pondok, pendek, rendah.

Penepene, piring kayu yang kecil.

Peng, dipenghon, bdk pek.

Penge, pekak, tuli, bengal.

Penggang, pinggang.

Penggeng, kecil menurut umur, lambat tumbuh, sulit berkembang.

Penggupengguon, amat kerdil, kecil dan lemah mengenai tumbuh-tumbuhan.

Pengka, mamengkai, enggan, tidak mau turut; sipamengkai, orang yang menolak, penyegan.

Pengkuk = bengkuk.

Pengkur, bengkok mengenai anggota gerak; marpengkuran, bengkok, berpengkoran.

Pengpeng, kecil, terbelakang mengenai pertumbuhan, lambat tumbuh, bertahan lama.
Pense, = lea.

Peo, batu peo, batu keras yang ada di ladang.

Peok, bunyi ayam bila ia ditangkap.

Peol, bengkok, tidak lurus, terputar, terbalik, peot; mameol, memalik; papeolhon, memutarbalikkan sesuatu; papeol uhum, memutar hukum; sipapeol uhum, hakim yang tidak adil, orang curang.

Peop, mameop, umpeop, memegang, menyimpan, menahan; dipeop roham ma i, camkanlah itu; sipeopon, apa yang disimpan; parpeopan, tempat, tong, bajan dimana sesuatu disimpan.

Peos, mameos, melilit, membelitkan diri.

Pepe, mapepe, terpukul ke tanah mengenai padi disebabkan hujan lebat; rata tertumbang mengenai rambut.

Peper, salah hitung, salah bilang.

Pepes, lunas, selesai.

Perak, = pirak, perak.

Perek, perlahan-lahan menetes mengenai air mata; perek iluna, meleleh air mata.

Perper, mamerper, bergoyang mengenai burung yang bangun; maperper sanggulna, bunga pada rambut atau rambut sendiri digoyang-goyangkan kesana kesini.

Perut, I. mamerut, meminta-minta keropas-kerapis, hal kecil-kecil. II. mamerutmerut, menyelimpat, menyendiri. Pesan, menurun, mundur msl dikatakan mengenai orang yang tidak memperoleh anak, juga mengenai kuasa, derajat seorang raja; hapepesan, kemunduran, kejatuhan, kekendoran.

Pesepese, = posoposo, bayi.

Pesta, perayaan, pesta; marpesta, berpesta; mamestahon, memestakan sesuatu, menghelatkan.

Pestol, pistol.

Pet, sipet, sej burung, lih pehet.

Peta, = hopok.

Petang, poting dengan corot.

Petar, mametar, membetuli, membidik.

Peto, benar.

Petong, sipetong, kepongpong kupu-kupu.

Peus, = baus.

Peut, jatuh karena ada sesuatu yang lepas, terlepas; mameuthon, menjatuhkan, melepaskan; marpeutan, berjatuhan mengenai banyak benda.

Pia, I. pia mata, iri, ingin, kepingin, tergiur. II. piapia, buah pinggang, ginjal.

Piak, I. bola piak, pecah di tengah-tengah, terbelah dua. II. piakpiak, = borakborak.

Pial, mamial, mengebiri.

Piangin, maranti piangin, sej pohon yang menghasilkan kayu bangunan.

Piar, I. mamiari, menampi beras di anduri untuk membersihkannya. II. piarpiar, marpiarpiar, timbul marah, geram dan kekesalan; piarpiar ni murukna, bangkit amarahnya. III. piarpiar, pembungkus tebal yang menutup ruas bambu muda yang jatuh kemudian.

Pias, I. = balga. II. mamias, memikat burung dengan meniru bunyinya; marpias, mengikhtiarkan supaya musuh keluar dengan membuat ribut; mencoba mengetahui pikiran orang dengan memperlakukan diri sebagai temannya.

Pidari, keadaan Batak dahulu kala sewaktu perang merajalela; waktu dimana orang terkuat mempunyai hak.

Pido, hanya dipakai sebagai perpanjangan kata msl alaman parpidoan, jabu parpidoan (And).

Pidom, padam, celaka, binasa, hancur, musnah; pidom ahu, saya binasa; mamidomhon, menghancurkan, membinasakan.

Pidong, burung; pidong rajawali, burung rajawali, burung elang; pidong sigak, sej burung gagak; pidong na mangeat di handang, orang yang tanpa perlindungan, yang tak punya hak.

Pidorang, ancaman, omongan besar.

Pidoras, alat sihir yang membuat orang menjadi kuat dan cekatan. Piga? berapa? ndang piga, tidak berapa, sedikit, tidak banyak; piga na ro i, berapa banyak yang datang itu? berapa yang datang itu? ndang piga dan, tidak lama kemudian, tak berapa lama; papigahon, yang keberapa? papigahon gogom sian donganmu, berapa kelebihan kekuatanmu dari temanmu? papigahon ho, yang keberapakah engkau dari yang kuat; piga hali, berapa kali? papigahalihon, yang keberapa kali; ndang piga hali, tidak sering, tidak selalu, tidak berapa kali.

Pihit, kikir; hemat, cara menetes mengenai jawaban; na pihit, parpihit, orang kikir; hapihiton, kikiran.

Pihot, keras, tegar mengenai tanah liat (lawan: sarge).


Pihul, keseleo mengenai kaki; juga berbelit, dalam arti sembunyi mengenai kata-kata; manihul, berputar; marnapihul hepeng di tangan, tidak ada uang dalam tangan.

Pijom, tuli.

Pijoni, sipijoni, sej eme.

Pijor, mamijor, mematri.

Pikpik, tiruan bunyi amporik, suara burung pipit; marpikpik, mencicit.

Pikul, pikul 62 1/2 kg; mamikul, memikul; pikulan, pikulan.

Pilat, penis, pelir, kemaluan laki-laki.

Pilhot, liat, tangguh, keras, bergumpal msl tanah liat; juga bila orang membuang air besar.

Pili, = pillit; marpili, terpilih; marhapili, memihak; sihapas pili, kapas yang terpilih, nama kuda yang putih sama sekali.

Pilit, tidak kena, salah, diputarbalikkan, bertentangan dengan sifat, tak kena sasaran; pilit di rohangku, tak kena di hatiku, salah menurut pikiranku; pilitpilit, bersalahan; papilithon, menyalahkan, menjalankan ke arah yang lain, mengalihkan sasaran; marlangka pilit, melakukan perbuatan yang salah dalam bidang susila, melacur, bersundal; sipilit, sej tumbuhan yang dipakai sebagai penangkal untuk mengusir hantu (begu).

Pillit, mamillit, memilih; na pinillit, yang terpilih; papillithon tu, meletakkan sesuatu dihadapan seseorang untuk dipilih, memilihkan pada.

Pillot, sempit, terdesak; masipilotan, berasak-asakan, sa-ling mendesak, berdesak-desakan.

Pilngas, terik mengenai panas, sinar matahari, mengenai suara; pilngas ni las ni ari, panas mengenai matahari; mamilngas mata ni ari, terik benar matahari.

Pilo, pilopilo, = balingbaling, kincir-kinciran, baling-baling kecil yang diputar oleh angin dan dipakai untuk mengusir burung; pilopilo ni bagot, tunas pohon bagot yang daun-daunnya berputar sebagai kincir-kincir angin kecil. Pilpil, mamilpil, mengucilkan seseorang dari adat, bdk liplip.

Pilsak, = pinsar, memancar keluar.

Piltik, mamiltik, menjingkat, memetik, membunyikan dengan jari-jari; sampiltik, sepukulan dengan jarijari; mamiltik, melecut, terpencar, jatuh terpencar-pencar; marpiltihan, berhamburan, dibuang msl biji, butir, air; mamiltik hasapi, memainkan hasapi, memetik hasapi.


Pinang, pinang, yang menghasilkan buah pinang yang dikunyah bersama sirih; bola pinang, sewa ladang dalam arti bahwa setengah dari hasil ladang dipakai untuk membayar sewa ladang; mamola pinang, menyewakan ladang dengan cara sebagai tersebut di atas; pabolapinanghon, idem.

Pinangka, = nangka, biji buah pinasa.


Pinasa, sej pohon yang menghasilkan buah nangka, yang buahnya berdaging dan sangat disukai orang untuk dimakan, kayunya yang keras itu dipakai sebagai tiang sopo; bona ni pinasa, tempat lahir nenek moyang, hanya orang kaya yang mau tetap tinggal di tempatnya itu, menanam pohon seperti itu.

Pindan, genap, lengkap; hapipindan, kegenapan, kelengkapan.

Pinjil, terasingkan, sendirian, terpisah dari yang lain, terisolasi, tersendiri; tarpinjil, terpisah, tersendiri karena tersesat; papinjilhon dirina, mengasingkan diri.

Ping, keras; batu ping, batu yang keras; marping roha, tetap hati, tabah hati.

Pinggan, piring, piring porselen; simarpinggan, (ingkau ni hudon), sej tumbuhan; nai pinggan matio, = begu perempuan penghuni mata air, peri.

Pinggil, picu jerat, pemicu; sipinggil, idem; pinggil ni hata, sepatah kata yang menyebabkan pertengkaran besar; maminggil bada, menyebabkan perselisihan, pertengkaran; maminggil, membangkitkan; paminggil = hamisaraan, bdk misara.

Pinggol, telinga, kuping, mata kaitan; pinggol ni harpe, pegangan pada harpe; pinggol ni balanga, kuping belanga; pinggol ni bodil, tempat mesiu pada senapang, juga nama gunung; pinggol ni dalan, tepi jalan, trotoar; marpinggol linta, berpendengaran yang tajam seperti lintah yang dari jauh mendengarkan langkah orang; marpinggol badak, pekek, bengal; paminggol, penguping, seorang yang mengerti arti kata yang dalam, yang membaca antara garis-garis.

Pinggupingguon, berperut gendur mengenai anak-anak kecil yang sakit.

Pingkal, melompat keatas, menyingsing tepi celana atau topi, melekukkan keatas, menghidupkan kembali sesuatu yang telah lampau; mamingkal, menaikkan dengan cepat; mamingkali hata, membangkitkan kembali perkara atau urusan yang telah selesai; pingkal roha, menjadi marah; pingkal ni pusupusu, geram, marah, panas hati.

Pingkir, marpingkir, = mamingkir, berpikir, memikir, menimbang; mamingkiri, memikirkan, menimbang sesuatu; pingkiran, pikiran, pendapat.

Pingkur, bengkok mengenai jari-jari msl karena kekejangan.

Pinggor, bdk mingor.

Pingping, mamingping, memecah batu dengan sepotong besi.

Pining, bdk pinang, pohon pinang, juga buahnya.

Pinjut, maminjut, mengumpul, menumpuk, menyimpan benda-benda kecil.

Pinondang, panondang, kilat, cahaya, pijar; pinondang ni hasahalaon, cahaya kemuliaan, pengaruh kewibawaan.

Pinsala, = sitapitapi, sej burung.

Pinsalang, parau pinsalang, kapal yang cepat berlayar, perahu kencang.

Pinsang, maminsang, menegur agar tidak berbuat lagi, menghukum, memarahi; maminsangi, menghukum seseorang; hona pinsang, dihukum, dimarahi; pinsangpinsang, hukuman; pamingsangon, hal menghukum, cara menghukum, peneguran.

Pinsar, maminsar, memancar, menyemprot, memuncrat.

Pinsir, maminsirhon, mengitung uang logam dengan meletakkannya berbaris-baris.

Pinsur, runcing.

Pinta, maminta, dipakai mengenai untung, yang seolah-olah memanggil manusia yang disukainya (bdk jinou ni tua), meminta, mengingini; dipinta tuana do i, berkat nasib baiknya itu; pininta ni, karena, sebab, berkat dari.

Pintor, = tigor, jujur, lurus, betul, benar, adil; juga: dengan segera, langsung; mamintor, dengan segera, langsung; mamintori,membenarkan; hapintoran, kebenaran, kelurusan, kejujuran; hata pintor, hal yang benar, adil; parpintor, orang yang adil, yang benar, orang jujur.

Pintu, pintu; sahali mamintu, sekali putar mengenai permainan kartu, permainan.

Pinut, tersumbat; maminut, menyumbat.

Pio, mamio, memanggil, mengerahkan, mengundang untuk pesta jamuan; marpio, mengerahkan; piopio, undangan, panggilan.

Piongot, mamiongot, menggigit panasnya matahari, menyengat mengenai serangga.

Piopio, sej burung. Pior, mamior, dengan sej panji-panji berjalan di muka untuk menyemangati orang lain; piorpior, panji-panji.

Piotok = piongot.

Pipi, = bohi, muka, wajah; marrara pipina, mukanya menjadi merah karena kemarahan; tarpipi, menjadi marah.

Pipian, gumpalan untuk gulungan tali.

Pipil, biji-biji yang lepas; mapipil, lepas; mamipili, mengapik biji-biji dari sekam; pipil pusok, sebagai bayi tidak berorangtua, menjadi yatim.

Piping, marpiping = marnginging, berbunyi dalam telinga.

Pipir, lada.

Pipis, I. mamipis, memeras, menggiling, melumati, memipih; pipisan, bilangan Batak yang kecil dalam mana kapas digiling; pamipisan, tempat memipih, menggiling. II. pemikat yang dibuat dari jagung dan bawang.

Pipot, noda, cacat, salah, kesalahan; marpipot, bernoda, bersalah, membuat kesalahan; na so marpipot, tanpa kesalahan, tak bersalah.

Pir, keras, liat, tetap; marpir, mengeras; parroha pir, tegar hati, keras kepala, degil; pir ma tondim, kuat batinmu, panjang umurmu; papirhon, mengeraskan.

Pira, telur; pira ni manuk, telur ayam; na rara ni pira, kuning telur; marpira, bertelur; pirapira, = batubatu, buah pelir.

Pirabun, = pirambon.

Pirak, = perak.

Pirambat, (dari: ambat) alat sihir menyandung kaki musuh.

Pirambon, (dari: rambon) alat sihir mengelabui mata lawan.

Pirang, marpirang, merana, gersang, kering mengenai muka manusia dan tanaman; marpirang, mengering, kering kelihatan.

Pirdot, sej semak.

Piri, I. piripiri, sej ikan. II. piripirion, marah, berang, gusar.

Piring, piring ceper, makanan yang dibawa kepada famili waktu pesta; mamiringhon, mengirim sesuatu kepada orang lain.

Pirok, Sipirok, nama daerah di Angkola.

Piropiro, sej burung.

Pirpir, mamirpirhon, menghamburkan, menggerak-gerakkan se-hingga tetesan bepercikan.

Piruang, (dari: ruang), alat sihir yang membuat peluru senapang menimbulkan banyak luka-luka besar, mencederai musuh.

Piruru, peluru, peluru senapang.

Pis, terpejam, leceh, memandang rendah (sebenarnya: bertutup mengenai mata); pis matana, dia memandang rendah, pandang hina terhadap; manghapishon, menghina orang, memandang seseorang dengan rendah, melecehkan.

Pisak, lap yang diletakkan di antara kedua kaki celana untuk memperkuatnya, pesak, pantat celana.

Pisang, pisang.

Pisar, pecah dan mengeluarkan air, diperas; ditekan sehingga keluar airnya msl cacing; mapisar, memencar keluar dengan memijaknya, pecah terhimpit, lenyet; mamisarhon, memijaknya sedemikian sehingga mengeluarkan cairan, menghimpit hingga gepeng.

Pisat, mamisat, meremas, memijit, mencubit, menekan mati; tarpisat, tertekan, tertindih, dilukai, terjepit; mate tarpisat, mati lemas, mati terjepit; mamisati, menekan sampai mati.

Pisik, I. mapisik, jatuh, hilang, meremah; mamisikhon, memotong, mengerat dalam potongan-potongan kecil; sampisik, sepotong dari benda-benda kecil msl beras, sebutir; papisikhon, memotong, mengerat dalam potongan-potongan kecil, memisahkan beberapa butir; pisikpisik, ampas, remah-remah, butiran remah; tarpisik, jatuh, meremah; dipampisikhon, memotong dalam jumlah besar. II. ganjil, tidak genap.

Piso, pisau; pisopiso, pemberian berupa uang yang diterima keluarga pengantin di waktu nikah, pemberian uang yang diterima seorang raja sebagai tanda bahwa perkara perselisihan telah diselesaikan.

Pispis, mamispis, membasahi, memerciki dengan air; mamispishon, memakai sesuatu untuk memerciki, memercikkan; pispisan, mamispisan, talang atap kemana air hujan menetes, parit pembuangan air hujan atap; pispis ri, sebidang tanah terletak antara hutan dan alang-alang, daerah pinggiran.

Pistar, pintar, pandai, berbudi, arif, cerdik; hapistaran, kepintaran, kecerdikan, budi; parhapistaran, sarjana, cendekiawan; parhapistaran godang, sarjana besar, cerdik, cendekia.

Pistik, mamistik, mereciki dengan jari-jari, memicukan jari; mamistikhon, membuat sesuatu memercik dengan cara ini, membuang sesuatu dengan jari-jari; na pistik uban, mulai beruban, uban mulai muncul.

Pita, murni, bernas mengenai mas, bersih mengenai padi; mamita, membersihkan dengan jalan memilih, memilih; papitahon, membersihkan, memurnikan; sere na pinapita, emas yang telah dibersihkan, dimurnikan.

Pitara = isara, cara, kebiasaan, adat, petunjuk nenek moyang.

Pitik, tercampak, terbuang sehingga letaknya terpisah dari yang lain, tercecer; mamitik, memisahkan diri, menyendiri, kececer; mamatikhon, dilemparkan tersendiri.

Pitis, logam uang (hanya di Angkola dipakai).

Pitola, petola, sej mentimun yang buahnya yang nampaknya dari luar penuh daging, tetapi hanya terdiri dari jaringan serat; sijabut ni pitola, orang munafik, orang pura-pura yaitu: orang menjanjikan sesuatu yang muluk-muluk akan tetapi tidak berisi apa-apa.

Pitonggam, alat sihir yang membuat musuh tertidur.

Pitor, = putor; pitor diida, pening, semua kelihatan berputar-putar msl sebagai akibat dari pukulan; haleon pitor, bala kelaparan yang membuat kepening-peningan.

Pitpit, pejam, tertutup mengenai mata; mamitpit, dalam keadaan tertutup; papitpit mata, menutup mata, katupkan mata; mamitmit maremare, daun palem yang terdapat paling dalam, tunas baru yang belum kembang; marsalasala pitpit, dengan marah sekali dan dengan mata tertutup melambaikan parang disekelilingnya sewaktu pertempuran; membabibuta, mengamuk.

Pitu, tujuh; papituhon, ketujuh; papituhalihon, ketujuh kalinya; saparpitu, sepertujuh; sipahapitu, bulan Batak yang ketujuh; simamitui, mengenai utang: bertambah sampai tujuh kali lipat; uhum simamitui, hukuman ganti rugi sampai tujuh kali lipat yang harus dikenakan.

Pitua, = patua, lih tua II.Pitudar, sej tupai, bajing.

Pitumang, alat sihir yang membuat orang pemarah menjadi manis, ajimat pemanis.

Pitung, buta; mapitung, buta; mamitung, membutakan; papitung, membuat jadi buta.

Pitut, sempit; mapitut, dalam keadaan sempit, ciut.

Piu, mamiu, memilin, memintal msl tali.

Poda, saran, ajaran, pengajaran, nasehat, amanat; mamodai, mengajari, mengajar seseorang, menasehati; mamodahon, mengajarkan sesuatu, menasehatkan; hona poda, diajar; marpoda, memperoleh pelajaran, bernasehat.

Podang, pedang; mata ni podang, baba ni podang, mata pedang; podang sidua baba, pedang bermata dua; dali podang, sej kacang yang besar, kacang kedele besar.

Podi, ndang adong podina, tidak ada gunanya, tidak akan berhasil.

Podo, = poro = dope, masih; na podo, belum.

Podok, mamodok, bergumul, bergelut.

Podom, modom, berbaring, tidur, mengeram; podoman, tempat tidur; bilut podoman, kamar tidur; tarpodom, tertidur, me-ngantuk; papodom, tidurkan, e-ramkan; modomhon (dipodomhon), mengerami; papodompodom jolma, membiarkan orang tidur, seperti dibuat oleh seorang pencuri sebelum ia pergi mencuri; ndang tarpodomhon ahu, = ndang hapodoman ahu, saya tidak bisa tidur atau tenang karena hal itu; halipodoman, kejang otot mengenai anggota gerak badan; sampinodom, permulaan untuk tidur: jam 22.00 (juga: sampimodom dari sampe modom; podompodom, tumbuhan yang daunnya mengatup kalau disentuh; P.B: sahit ni ulu hinapodomhon, sahit ni pat hinahundulhon, pening (sakit kepala) disembuhkan dengan tidur, sakit kaki disembuhkan dengan duduk.

Podu, mamodui, memfitnah, menghujat; hona podu, kena fitnah.

Poga, sej tumbuhan dengan buahnya merah dan terasa asam; hira poga pinulsik matana, matanya merah karena marah; pogapoga, daki kumal, kudis di kepala anak-anak.

Pogang, mamogang, pegang, memegang; ndang hapogangan ho, tidak bisa dikuasai kau, tidak bisa diselesaikan msl kuda, senapang, anak yang manja; songkar pogang, lesplang, papan pemegang kaso.

Pogas, pegas.

Pogi, terlipat, tersungkur, babakbelur; marpogipogi, remuk redam kena hajar; mamogihon, melipat; sipogi, sej semak.

Pogo, mamogo, tidak menyampaikan, menahan atau tidak mengembalikan hak orang msl sesuatu yang dipinjamkan.

Pogong, tertinggal di belakang; boasa pogong ho di, kenapa tertinggal kau disitu? mamogong, menyendiri di belakang.

Pogos, miskin; na pogos, yang miskin; sipogospogos, si miskin; hapogoson, kemiskinan; pogosna i, betapa miskinnya.

Pogu, empedu, pusat; pogu ni alaman, tengah halaman, pusat; pogu ni tataring, tengah tungku dapur; pogu ni tano i, pusat tanah; P.B.: mangido pogu, tarihut ateate, minta empedu, masih ada potongan hati melekat di situ.

Pohan, marga Pohan; sibagot ni pohan, moyang Pohan.

Poho, mamohohon, berpusar, me-mutar.

Pohol, mamoholi, menyapukan pada, menggosokkan, mengusuk; si Poholon, nama desa dekat Tarutung.

Pohonan, I. sej kayu. II. sej adat yang berasal dari nenek moyang.

Pohu, bagian (= jambar); pohuan, = parjambaran; marpohuan, mempunyai bagian.

Pohul, mamohul, menggenggam, mengepal, mengambil sesuatu dengan kepalan tangan dan menekannya msl nasi sewaktu makan, menggenggam; sampohul, segenggam; dan pohul, nama sej cendawan; indahan pinohul, sej sumpah, lih gana.

Pohung, patung berhala (ganaganaan) yang ditempatkan di kebun untuk menolak hantu-hantu jahat.

Pojam, pejam, buta mengenai mata, gelap; pojam ni bulan, bulan gelap, tidak kelihatan mengenai bulan.

Pola, I. = palu, cukup diperlukan, perlu, bahkan; pola do ahu sandiri laho, apakah aku harus pergi sendiri? perlukah saya sendiri yang pergi? ndang pola, tidak perlu, tidak usah; ndang pola sadia, tidak perlu banyak, tak seberapa; pola dipastap ahu, bahkan ia memukul saya, malahan saya ditamparnya; molo pola mate raja i, kalau raja itu harus mati juga; ndatung pola, tidak sekali-kali. II. pola, = tuak.

Polan, = holan.

Polang, sepotong kayu yang diikatkan pada pohon kemenyan untuk dipakai sebagai tangga; sijama polang, orang-orang yang hidup dari hasil pohon kemenyan, pengumpul kemenyan.

Polgak, = mamolgak, menelan bulat-bulat; mamolgahi, menelan bulat-bulat, melahap.

Polha, pulha; si Polha, nama daerah dipantai Utara danau Toba.

Polin, murni, tidak bercampur, bersih; mamolin, bersih, murni, tulen; aek mamolin, air bersih, tidak bercampur; hapolinon, kebersihan, kemurnian, kejernihan.

Pollak, = porlak.

Pollong, tersembunyi, tidak ada jalan keluar, tersumbat; mamollung, menyembunyikan, me-numpatkan.

Pollung, perbincangan, pembicaraan, debat, perkelahian dengan kata-kata, perbantahan sebagai perlawanan; marpollung, berbantah-bantah, berdebat, bertengkar, bersoal jawab.

Polnat, mamolnati, memijak sesuatu, mengenceti.

Polngit, mamolngit, sunyi sekali, sepi; pamolngit, kesunyian di tempat-tempat sunyi, keadaan sepi.

Polngok, duduk tanpa bergerak, tenang tanpa gelisah.

Polong, tepung asam terdiri dari campuran tuak dan timun dan sitrun.

Polpol, tersumbat, tidak dapat mengalir msl pipa; mapolpol, menutup.

Poltak, mulai kelihatan mengenai bulan, terbit; poltak ni bulan, permulaan bulan baru; hapoltahan, Timur.

Poltik, erat, kencang diikat, ketat terikat.

Poltong, tersumbat mengenai tubuh, mentok perasaan; poltong langkana, tidak jadi apa-apa mengenai rencananya, suntuk langkahnya; pamoltong, apa yang menyumbat, apa yang membuat darah jadi beku, penyumbat; hapoltongan, mengelas mengenai darah pada perempuan yang melahirkan anak.

Poltuk, bunyi gemerencih mengenai beras atau jagung yang dipanggang.

Poluk, mamoluk, mengeluarkan sesuatu dengan tangan, mengambil hati-hati dengan tangan.

Polut, = tos, dilepaskan, lepas; polut hosana, ia mati, putus nyawanya; mamolut, melepaskan, memutuskan.

Pompa, pompa; mamompa, memompa.

Pompar, mamompar, mendapat keturunan, berketurunan, mempunyai seseorang sebagai keturunan; pomparan, pinompar, keturunan, bani; na hupompar, keturunanku; marpinompar, diberkati keturunan.

Pompom, mamompomi, mendiamkan, menyuruh agar diam; mate hapompoman, mati tanpa mengatakan apa-apa, mati bungkem, mati tak berpesan.

Pona, mamona, mendiamkan; diponapona, idem.

Pondang, mamondang = marsinondang, bercahaya.

Pondia, buah merah yang dipakai sebagai hiasan kuping; pondia saga, idem.

Ponding, ikat pinggang pakai pelat-pelat emas, ikat pinggang dari mas, ikat pinggang dari perak.

Pondok, I. = pendek, pendek, rendah. II. gubuk, pondok khusus, kedai yang dipasang di jalanan. III. pondok, = babi.

Pondom, kuburan, pendam; mate di pondom, mati sedemikian rupa sehingga tidak dapat terjadi perkara.

Ponggol, penggal, patah, potong, keping, pecahan, bagian, bab; samponggol, sepotong, sebagian, sepenggal; ponggolponggol, keping, pecahan, patah-patahan; marponggolponggol, menurut keping, berpenggal-penggal, berpotong-potong; mamonggoli, memotong, mematahkan; maponggol, patah, pecah; angka ponggol, dipotong dalam banyak potongan, pada patah, patah-patahan.

Pongkal, simpai pada bubu atau tong; mamongkal, menyatukan sesuatu dengan simpai.

Pongkar, I. baji untuk membuka mulut seseorang karena giginya harus dikikir; mamongkar, membuka mulut. II. pongkar, = songkar.

Pongki, sej pohon; P.B.: situmbur ni pongki, parindahanan pansalongan, pir ma tondi, sai ro ma parsamotan, serat pongki jadi sumpit berejeki, panjang umur kiranya, murah rejeki.

Pongkik, mamongkiki, mencekik.

Pongkok = pangkal, pokok, modal.

Pongot, bersusah hati, putus asa.

Pongkuk, mamongkuk, dengan tangan memasukkan nasi ke mulut; sampongkuk, segenggam.

Pongpang, I. menghentikan pertempuran, genjatan senjata; mamongpangi, memaksa genjatan perang kepada duabelah pihak yang berperang; hata pongpang, musyawarah mengenai genjatan senjata. II. pongpang ni horbo, seutas tali yang kuat untuk mengikat kerbau; pongpang ni ninggala, tali untuk mengikat batang pada tenggala.

Poning, mamoning, membuang sesuatu dengan jari-jari.

Ponjal, diinjak-injak keras; mamonjali, menginjaki sesuatu dengan keras, membanting kaki pada sesuatu, menginjak- injak supaya padat.

Ponji, kapok.

Ponjot, sempit, sesak; ponjot huhilala, sesak perasaanku; ponjot rohana, dia merasa dirinya dalam keadaan kesesatan, sesak perasaannya; ponjot hosana, sesak nafasnya, sesak nafas ia; ponjot ulaon, pekerjaan mendesak, sibuk.

Pono, sedih, berat hati, berdukacita.

Ponot, pipa, saluran, leding, kemudi; ponot bulu, pipa bambu.

Ponsa, mamonsa, meneruskan.

Pontas, pentas, sej serambi kecil tempat duduk para raja; pentas kecil yang dipasang dalam rumah untuk memberikan persembahan.

Ponu, penyu.

Popa, pendiam mengenai orang yang jarang berbicara, tetapi kalau ia berbicara, maka apa yang dikatakannya itu adalah berarti; mamopai, mendiamkan.

Popar, mamopar, menghitung; poparan, perhitungan, perkiraan.

Popas, I. mamopashon, menyelesaikan, mengatur laba dan rugi, membuat pas antar keuntungan dan kerugian. II. popas, kail, pancing; mamopas, menangkap ikan dengan pancing; marpopas, mengacaukan seseorang dengan berbagai-bagai cara agar dia tidak bisa berpikir lagi dengan teratur.

Popat, = totap.

Popo, mapopo, terlanda, rebah mengenai padi; mamopoi, membuat jalan di tempat dimana belum ada jalan; popo imbulu, cara mengurut dengan perlahan-lahan sehingga rambut terletak pada kulit.

Por, I. keras, lebat mengenai hujan; udan na por, hujan yang deras sekali; por roha, sangat mengingini sesuatu. II. por, = par: prepiks msl: mardengke, pardengke; diparlehon, diparulos.

Pora, garing, kering mengenai makanan, tembakau, kayu, kerongkongan; rapuh; ama ni pora, sej kayu yang ringan; porapora, ikan-ikan kecil, ikan paitan, ikan tawes.

Poran, keras, tegas mengenai perkataan.

Porang, perang; marporang, berperang, bertempur; mamorangi, memerangi, menjadi kasir pada permainan judi; laho porang, pergi berperang, pergi bertempur; parangan, prajurit, soldadu, angkatan perang.

Porda, gagang pisau, hulu gergaji, tangkai; godang do porda, ndang sadia hulamot, godang do roha, ndang sadia sinamot, tangkai panjang, sedikit tali untuk mengikat sesuatu; cukup kepandaian tetapi tidak ada uang untuk melaksanakannya, artinya: tanpa uang, kepandaian dan kecerdikan juga tidak dapat banyak menolong seseorang.

Pordut, mamordut, menyakiti orang dengan jawaban yang tajam, menantang keras.

Porhas, geledek, petir, guntur yang menyambar; disoro porhas, disambar petir; tubu marporhas, lahir anak kembar yang terdiri dari kedua macam kelamin, dianggap sebagai tanda celaka; siporhas, nama sej tanaman; siporhas pea, sej rumput yang dipakai sebagai penangkal racun; siporhas hau, sej pohon yang kayunya dan daunnya dibuat penangkal (hanya untuk laki-laki, karena perempuan menjadi mandul karenanya); gana siporhas, sej sumpah, lih gana.

Porhis, semut; matemate porhis, begitu cepatnya berjalan sehingga menyebabkan semut mati terinjak oleh karena dia tidak dapat lagi menyingkirkan diri, artinya: terus saja berjalan.

Porhot, kasar, kesat, tidak licin, tidak rata msl tanah waktu musim kering; siporhot, kain dan bunga yang dipasang perempuan di dalam sanggul rambutnya agar kuat; parsiporhotan, belakang kepala.

Poriama, gambar bintang, Pleyaden; bulan pariama, nama bulan yang ke-10.

Poring, sej suhat.

Porjat, mamorjat, memijak. Porlak, kebun, taman; marporlak, berkebun, mempunyai taman; parporlak, pemilik kebun, taman; mamorlak, membuat kebun.

Porman, suci, saleh, sopan, takwa; hapormanon, kesucian, kesalehan.

Pormasan, takaran padi, lih mas.

Pornga, porngapornga, jentik-jentik.

Porngis, tumbuh dengan baik, bermas, padat berisi mengenai padi (juga: porhis).

Poro, I. mamoro, memerah, memeras, memerah air susu; horbo siporoon, kerbau perahan. II. marporo, serak, parau.

Porom, = mamorom, peram, memeram buah-buahan.

Poros, mamoros, menekan hingga padat, peras, memeras; paporosporos, sering diperas dan kuat.

Porot, tersangkut, kesat, sesuatu yang sangkut di kerongkongan; amporotan, sesuatu yang sangkut di kerongkongan, tersekal.

Porpor, maporpor, menabrak sesuatu msl kuda yang lari dan tiba-tiba menabrak seseorang; mamorpori, menginjak-injak sesuatu sampai rusak, mengenai ayam yang menginjak-injak telurnya, yang telah dieram, kalau waktu mengeram sudah lewat; dipaporporhon, = dipatondonghon.

Porsan, mamorsan, memikul, memanggul, menanggung; paporsanhon, menyuruh orang untuk memikul sesuatu; porsanon, beban.

Porsea, percaya, mempercayai (di), menaruh kepercayaan; manghaporseai, menaruh kepercayaan; haporseaon, kepercayaan, iman, keyakinan; haporseaan, yang dapat dipercayai; orang kepercayaan, berpercaya; parhaporseaon, seorang beriman, orang yang mempunyai kepercayaan; parhaporseaon godang, orang yang besar kepercayaannya, orang bertakwa.

Porsili, bdk sili.

Porso, mamorso, menyangkal, mengatakan tidak, mengingkari, membohong, mendusta.

Porsuk, pedih, melarat, sangat menyedihkan, sengsara, merana, menderita, mara; haporsuhon, sengsara, penderitaan, kemeranaan; na porsuk, sengsara, merana, tersiksa; sitaonon na porsuk, penderita yang merana yang sengsara, penanggung derita; paporsukporsukhon, menyiksa, mengganggu, menyengsarakan, menyakiti.

Portibi, dunia, bumi, daerah, negeri; portibion, dunia ini, bumi ini; liat portibi on, seluruh dunia ini, seantero dunia.

Portik, mamortik, mengeluarkan kapur dari tempatnya dengan menokok-nokoknya, menggoncang-goncang agar keluar.

Portu, keras, tidak suka dilawan, penting, cepat; portu las ni ari, matahari membakar. Porus, I. maporus, mengungsi, melarikan diri, lari, terbirit-birit; hapoporus, larinya; haporusan, tempat kemana orang lari, pelarian, perlindungan. II. mamorus, mencuri hasil ladang; pamorus, pencuri padi.

Porut, mamorut, menarik sesuatu dengan tangan, mencabut; porutporut ni saraoal, tali pengikat celana pada pinggul, pengikat kolor.

Pos, tetap, teguh, senang, percaya, tidak bimbang, yakin, sering dihubungkan dengan roha; pos roha, yakin, penuh kepercayaan; pos rohana di ahu, dia percaya saya; pos ni roha, kepercayaan, pengharapan, keyakinan; roha na pos, rasa penuh kepercayaan; manghaposi, mempercayai orang, percaya pada; haposan ni roha, orang yang dipercayai, perlindungan; marpos ni roha, berpengharapan, percaya, berkeyakinan; pos ma roham, percayalah kepadaku, yakinlah kau.

Posa, payah, parah, berat, keras mengenai penyakit.

Posat, mamosat, = pisat.

Posi, pedas, keras, berat, sungguh-sungguh mengenai penyakit, pengadilan, perkataan; posi uhumna, ia keras dalam pendapatnya, dalam hukumnya; hata na posi, perkataan yang keras, kata-kata pedas; timbaho na posi, tembakau yang keras.

Poso, muda; na pos, orang muda, pemuda; haposoon, masa muda; naposo,kenek, bawahan, pesuruh; posoposo, = pesepese, bayi, anak kecil; posoposo ni rusuk, tulang muda di ujung rusuk; mulak poso, kembali muda; tarposo, prematurus melahirkan anak sebelum waktunya, tetapi bayi masih dapat hidup; P.B.: ramba na poso so tubuan lata, angka na poso na so umboto hata, semak muda yang belum tumbuh kecambah, orang muda yang belum paham bicara.

Pospos, Nai Pospos, nama marga.

Potang, petang; potang ari, malam; sipotang, sej cacing yang hidup dalam air.

Pote, = hona; potepote, kena tembak.

Poti, peti; poti marende, harmonium, organ; mamalu poti marende, memainkan harmonium.

Potik, mamotik, memalang, mengunci pintu; potihan ni bodil, picu senapang; potikpotik, tombol, kenop, palang, grendel.

Poting, I. wadah, perian, kendi, tabung bambu untuk menyimpan air. II. poting baliung, puting beliung, angin pusar. III. perangkap pakai senapang otomat yang msl dipasang menangkap harimau.

Potir, dahsyat, parah, mengerikan, keras, hebat mengenai hujan dan bahaya kelaparan (haleon potir).

Potlot, = potelot, pensil.

Potong, sembelih, potong; mamotong, memotong, menyembelih; mamotong hepeng, mengakalkan uang orang untuk membayar hutangnya.

Potos, kikir, tamak, mengaut.

Potpot, lebat, penuh ditumbuhi, rimbun, rapat tumbuhnya; ramba na potpot, penuh dengan rerumputan, semak belukar yang lebat.

Potuk, mamotuk, memukul dengan sesuatu, memukul kepala dengan kepalan tangan.

Pualpualon, berteriak mengenai anak-anak.

Puang, kawan, sobat, suami; marpuang, bersuami, mempunyai suami; pada menyapa: ale puang, o sobat! hai kawan!.

Puar, = tarbege; marpuarpuar, diketahui umum, tersiar luas.

Puas, mengalir keluar, tembus, datang keluar, tersalur; tu dia puas dalan i, kemana tembusnya jalan itu; hapuasan, tempat dimana keluar sesuatu msl air mengalir, tembusan; papuashon, mengeluarkan msl mengucapkan kata-kata; puas roha, merasa senang, sudah tersalur isi hati.

Puasa, I. puasa; marpuasa, berpuasa. II. puasa, bangun, terbuka mengenai mata yang tidur; puasa bintang, nampak banyak bintang, bertabur bintang.

Puaspais, sibuk, tak menentu, menyibukkan diri dengan berjalan kesini kesana.

Pudar, mamudar, memukul dengan kuat, membantingi.

Pudi, belakang, sesudah; di pudi, di belakang; di pudi ni, kata depan: di belakang dari; tu pudi ni, ke belakang, belakangan; parpudi, yang terbelakang, yang terakhir; parpudi sahali, yang terakhir sekali; tarpudi, tinggal di belakang; pangapudian, apa yang datang belakangan, akhirnya, penghabisan, masa depan; umpudi, kemudian, lebih jauh di belakang.

Pudor, marpudorpudor, bengkok, berputar-putar mengenai tali, berputar belit.

Pudun, simpul pada tali; pusat ikatan; mamadun, menyimpul, mengikat simpul; pudun mangolu, jerat, buhul; pudun mate, sipul yang baik; pudun saut, jamuan makan yang diberikan parboru bila dengan sungguh-sungguh membicarakan usul perkawinan dan juga dibicarakan mas kawin.

Pudung, buah dari parira.

Puhot, = jut, dalam kesempitan, tidak tahu jalan keluar, terasa sesak; puhot alusna, dia tidak tahu menjawab, jawabannya tak jelas; puhot dabudabuanna, dia sudah bankrut, gawat ekonominya.

Puhul, mamuhul, melemparkan mengenai benda-benda yang besar; puhulpuhul, benda yang dipakai untuk melempar, alat pelempar.

Puhung, terkepal, bengkok; mamuhung, membungkuk, gilang geliut; mamuhung tangan, membengkokkan lengan.

Puhut, selalu, telaten, tekun; mamuhuti, bekerja selalu dan lambat akan tetapi terus-menerus, menekuni, mengerjakan sedikit demi sedikit dengan sabar, bekerja setahap demi setahap.

Puis, = puas, tersalur, keluar msl ikan keluar dari jala.

Puji, mamuji, memuji; mamujimuji, memujimuji; pujipujian, pujipujian; pamujion, hal memuji, pemujian.

Pukpuk, mapukpuk, sangat letih, capek; mapukpuk, menyibukkan diri dengan sesuatu sampai capeh; dipukpuk udan, hujan membuat dia basah sama sekali; mamukpukhon, menghancurkan mengenai sesuatu untuk mana orang menjadi jaminan; dipukpuk hamusuon, perang membinasakan dia; mamukpuhi, memukuli seseorang; tagonan holiholi mapukpuk sian mata midopidop, lebih baik letih karena kerja daripada miskin.

Pukul, = pungkul.

Pul, letus (bedil), berbunyi mengenai senapang; mulai...., mengenai perselisihan, kerja.

Pula, mamulahon, membuka penutup kepala.

Pulang, kembali dengan tangan hampa; pulang bodari, bdk bodari; pulang sae, habis, sej kutuk; mate ma ho na pulang sae atau juga: pulang buli, mudah-mudahan engkau mati tanpa keturunan.

Pulas, ancaman, guna-guna un-tuk memberitakan perang; pulaspulas, kutukan; mamulasi, membinasakan dengan guna-guna, mengutuki; jea pulas, celaka, ala petaka yang dahsyat sekali.

Puldit, = pillit, Angk.

Pulguk, teronggok, tumpukan; mamulgukhon, membuat bertumpuk-tumpuk, menumpukkan, mengonggokkan, menimbun.

Pulha, = mapulha, jebol ambruk, terban, terbuka, pecah mengenai bendungan, jalan, barisan; mamulha, membuka sesuatu, terjebol.

Puli, perekat, lem, damar, semen, dempul, segala sesuatu yang melekat msl kapur dengan darah; mamuli, merekatkan, mendempul; aek puli, anak sungai Batang Toru.

Pulik, terasing, tidak menggabung, khas, terpisah, istimewa; na pulik marga, orang dari lain marga; papulikhon, mengasingkan, memisahkan, mengistimewakan, menyisihkan.

Puliling, bekas pukulan, tumbukan, sentuhan.

Pullang, membesar karena berisi udara, kembung mengenai mulut; mamullang, mengembungkan, meletus; gogo pullang, sesuatu kekuatan tenaga yang saat ini bekerja tetapi cepat menghilang.

Pullit, keluar, melotot msl isi perut; mamullit, menekan keluar.

Pulo, pulau; angka pulopulo, kepulauan, banyak pulau; pulo tanjung, semenanjung.

Pulogos, sej rotan. Pulos, pintal, pulas, pilin; mamulos, memintal, menggulung msl sigaret; pamulosi, rambu-rambu ulos yang dipintal; pulos rohana, hatinya terhadap seseorang sudah berobah.

Pulpul, = mapulpul, ranggas, meranggas, bdk palpal.

Pulpulan, burung, ayam hutan.

Pulsik, mamulsikhon, mengoyakkan supaya keluar, mengeluarkan; pulsik, keluar karena koyak, muncul; mapulsik, idem.

Pulsit, = pulsik.

Pultak, mapultak, meletus, merekah, pecah; dolok na mapultak, gunung meletus; P.B.: hatana mapultak gambiri, dugul ni patna na so malo hehe, menurut ucapannya dia dapat melakukan segala-galanya tetapi bila sudah tiba waktunya kakinya tidak dapat berdiri yaitu: orang yang bermulut besar, penyombong.

Pultong, = poltong.

Pultop, pecah, meletus, memulai mengenai perang; mamultopi, memulai permusuhan.

Pulu, puluh, puluhan; sampulu, sepuluh; duapulu, duapuluh; sampulusada, sebelas; sampululima, limabelas; pasampuluhalihon, yang kesepuluh kali; pasampululimahon, yang kelimabelas kali; puluan, puluhan; diparsampulu, dibagi sepuluh; sipahasampulu, nama bulan ke-10.

Pulung, I. ramu, terhimpun, terkumpul; mamulung, mengumpulkan, apa cocok satu sama lain; pulungpulungan, sesuatu yang satu sama lain ada hubungannya msl obat, pujaan, ramu-ramuan; pamulung, pengumpul ramu-ramuan. II. pulung, bunga palia.

Pulut, getah, pulut perekat, segala sesuatu yang melekat; marpulut, menangkap burung dengan pulut; mamulut, merekat, mengelem, memulut; sipulut, padi pulut, ketan.

Pun, apa yang tinggal, sisa, restan (bdk bantebante); punna, akhir yang celaka, setelah permulaan yang hebat; juga: apa yang sekurang-kurangnya harus dibuat untuk menghindarkan msl perselisihan atau perang.

Puna, nampuna, empunya; ise nampuna pinahan i, ? siapa yang punya ternak itu? ahu do nampunasa, saya yang punya itu; marnampuna, berpunya.

Pundia, = pandia.

Pundial, benjol, bintik di kulit karena gigitan semut, nyamuk dsb.

Pune, punai.

Pungga, batu asah, batu gosok, seperti ditemukan dalam sungai; mamungga, mengasah, menggosok; guru ni pungga sibanggura ni golanggolang, batu ujian untuk mas tidak boleh ditarok di batu asahan artinya: hal-hal yang tidak boleh dikatakan secara umum.

Punggu, timbunan kecil, onggokan, bendulan.

Punggung, punggung, pantat. Punggur, potongan-potongan ka-yu yang busuk, dahan-dahan kayu yang mati, pentung-pentung; paimaima punggur, madabu, berdiri dibawah pohon dan menunggu suatu bahaya dengan sabar dan tenang.

Pungka, mamungka, memulai; ma-mungka sosor, mendirikan kampung, pemukiman; pamungkaan, permulaan.

Pungkor, penggerek, bor, gurdi; mamungkor, menggurdi, membor.

Pungkul, = mamungkul, pukul, memukul; memperbanyak; pungkul, guli, kelereng mengenai permainan anak-anak; pungkul piga? jam berapa? pungkul tolu, jam tiga; pungkul tonga pitu, jam setengah tujuh.

Pungu, terkumpul, tertumpuk, tidak berserakan; marpungu, berhimpun, berkumpul, berrapat; pungu roha,bulat, satunya pendapat; papunguhon, menghimpun, mengumpulkan, menjumlahkan; parpunguan, perhimpunan, perkumpulan, kumpulan, pertemuan; punguan, timbunan, pengumpulan; papungu roha, menguasai diri, memperhatikan.

Pungus, mamungus, hanya makan sendiri tanpa membagi dengan orang lain; papangan pungus, orang yang sendirian makan yang enak tanpa membagikan dengan orang lain.

Punia, I. hemat-hemat, irit; punia marugasan, sangat menyukai sesuatu; parpuniaon, sikap sayang. II. punu; punia adong, sumpah; punu ahu, ia adong, saya tinggal tanpa keturunan, kalau saya memiliki ini dan itu.

Punil, benjol, bengkak msl karena luka atau suap, penuh dalam mulut yang dari luar kelihatan sebagai benjol.

Punjung, sepi, menyendiri, sendirian, tanpa teman, terasing; mamunjung, menyendiri, mengecualikan, mengasingkan diri; mamunjung rupana, ia elok, cantik sekali; hapunjungan, milik sendiri; juga: apa yang hanya terdapat, terjadi sekali ini, kejarangan, keunikan; P.B.: hata mamunjung hata lalaen, hata na torop sabungan ni hata, kata seseorang adalah kata orang gila, kata orang banyak adalah kata yang menetapkan (Vox Populi, Vox Dei)

Punok, keseleo, salah urat, terputar, terkilir; mamunokhon, meriuhkan, memutar.

Punpun, tertutup mengenai bunga, kuncup, kuntum; mamumpun, menyembunyikan, mengambil untuk diri sendiri; P.B.: dipunpun na salada, dipahembang na salangit, bila disimpan untuk diri sendiri maka ia tetap jadi kecil, kalau diumumkan maka ia akan meluas seperti langit; mamumpun parange ni dongan, jangan terlalu mempersalahkan kelakuan, mendiamkan; punpun ni bada, akhirnya perselisihan; di Debata do punpun ni bada, pada Allahlah akhir sengketa; (= rimpun ni bada); punpun, bergulung mengenai tali; punpun tali pasa, tu tangkingan bodil, tu ruangna pandoit, demikian dikatakan pada perhentian perang: tali yang dipakai untuk mengikat musuh agar digulung, berhenti tembakan semua dimasukkan kedalam tempatnya kembali.

Punsa, ujung tali, pola, model dari ulos ragidup; mamunsa, membuat pola ulos ini; na so marpunsa, kusut, ruwet menyebabkan tidak dapat diketahui mula dan ujung msl cincin, perkara.

Punsahan, awal dan akhir, wujud, makna, jalannya sesuatu; ndang huboto punsahan ni hata i, saya tidak mengetahui baik permulaan maupun akhir perkara itu.

Punsu, pucuk, puncak, ujung, akhir, jalannya sesuatu; punsu ni dolok, puncak gunung; marpunsu, berujung, berpucuk; punsu ni ari, hari terakhir mengenai minggu, bulan, tahun; mamunsu, memancung.

Puntal, mamuntal, memasukkan sesuatu dalam pancung serta mengikatnya msl uang; mamuntali, selalu memikirkan perkelahian.

Puntar, mamuntar, merekah, pecah mengenai bisul, buah yang masak; mapuntar poguna, empedunya pecah artinya ia marah sekali; mamuntar, memeras, memecahkan sesuatu, memijit supaya pecah.

Puntas, mapuntas, robek, pecah mengenai karung dan kulit; mamuntasi, memecahkan; mamuntas patik, melanggar undang-undang.

Puntung, sipuntung, semut (Angk).

Punu, punah, tanpa keturunan, terlebih: anak laki-laki. Pupu, I. mapupu, rontok mengenai rambut atau bulu msl pada kuda yang muda yang bertukar bulu. II. mapupu, = mandatdati (Angk).

Pupuk, ramuan-ramuan untuk obat atau penangkal (pagar) atau pangulubalang dan sihir-sihir lain.

Pupur, habis, dihabiskan; na pupur ne, hampir semua habis; mapupur, terbang dalam jumlah besar; na pupur, orang yang tidak mempunyai keturunan lagi (anak-anaknya) karena semua mati.

Pupus, I. anak dari saudari, keponakan, sebagai kata membujuk; pupus ni tondingku, kekasihku, kesayanganku. II. mamupusi, merampas, mengambil pakaiannya.

Pur, = por, keras, bertiup dengan kencang mengenai angin; alogo na pur, angin yang keras; na pur ma alogo, angin bertambah keras.

Puraga = barani, berani.

Purapura, lepuh; marpurapura, berlepuh msl pada tangan.

Purba, Timur; purba jolma, sej tumbuhan yang bunganya besar dan berwarna merah pucat; purba ni jolma, takdir, nasib manusia, yang ditetapkan oleh tondi (jiwa) sebelum ia lahir dan yang tidak bisa diubah lagi.

Puretek, keretek, gemuruh dalam perut pada penyakit perut, gemertak, gemercik dsb; mamuretek, idem. Purguk, = pulguk; papurgukhon, menumpukkan, membuat bertumpuk.

Purian, tas datu.

Purik, air tajin, air bekas pemasak nasi.

Puringga, marpuringgapuringga, berkeroncong, merajalela, mencakar-cakar msl cacing dalam perut.

Purinting, marpurinting, mempunyai otot yang keras.

Purnama, purnama; singkora purnama, hari ke-13 penanggalan Batak; samisara purnama, hari ke-14 penanggalan Batak.

Purnas, mamurnas, menguatkan, menyegarkan; pamurnas, penguatan, memberi penguatan bagi yang sakit, pemekar, penyegar.

Purngut, keriting mengenai rambut.

Puro, pundi-pundi, kantong tempat uang.

Purotok, mamurotok, gemertak, berdetus, gemeletuk.

Purpar, bdk burbar, berbunyi keras, bergeretak, berdetak-detak; P.B.: purpar pande dorpi laho padimposhon, sip parmihimihim laholaho pasegahon, ribut tukang dinding bikin rapi, diam-diam pendendam bikin rusak; mamurpari, membantingi msl dinding.

Purpur, digoyang, digoncang, diterbangkan angin, terhembus angin; mamurpur, memajangkan kepada angin msl padi supaya diterbangkan angin kulitnya; mamurpurhon, meniup terbangkan; purpur na hodok, berkurang mengenai panas, panasnya menjadi sejuk, menjadi dingin; papurpurhon, menyejukkan, mendinginkan; papurpur sapata, menerbangkan kutuk perbuatan dalam agama yang dipercayai orang bahwa ia berada dalam kutukan ditarok ke burung layang-layang atau kumbang dan diterbangkan; pamurpuri, rempah-rempah (cocok mengusir pe-nyakit); purpur,= sae, dimana tidak tumbuh apa-apa, gersang; pinapurpur, dibuka.

Puru, sej penyakit kulit, patek; puruon, berpenyakit ini.

Purun, = mamurun, membuat api, membakar, memarakkan api; purun, tumpukan kayu belukar yang mau dibakar; pamurunan, tempat sesuatu dibakar, tempat pembakaran, perapian.

Purur, pelor dari tanah liat yang dilemparkan kepada burung untuk mengusirnya; P.B.: bulusan dipangan purpur unang dipangan amporik, lebih baik padi itu dirugikan oleh purpur daripada dimakan perik artinya: lebih baik menderita kerusakan daripada menderita ketidakadilan.

Pus, enyah kau kucing, bunyi untuk mengusir kucing.

Pusa, mamusa, membunuh, menyiksa.

Pusaha, pusaka.

Pusangko = pusaha.

Pusat, pusat, tempat yang terdalam di air, pusaran air, olakan air; dionsop pusat, ditarik ke bawah oleh pusaran air; pamusatan, inti, pusat, kesimpulan, masalah pokok; pusat samudora, landasan samudra di benua bawah (legenda).

Pusia, pusia ni gaja, obat anti impoten.

Pusil, jatuh dari berkas, keluar dari ikatan.

Pusok, I. pusat, pusar, plasenta, titik pusat, bodong; pusokpusok, penyakit perut; dongan sapusok, saudara laki-laki kandung, saudara sekandung. II. sesak mengenai nafas, pendek, berat (sahat tu pusok hosana?); hapusohan, dalam keadaan sesak, kesempitan.

Pusor, pusaran air, berputar; pusoran, ubun-ubun, pusar rambut; marpusorpusor, berpusar mengenai air.

Puspas, berdengung mengenai bunyi batu-batu yang dilemparkan oleh ali-ali.

Puspus, mamuspus, mengerjakan sesuatu dengan rajin dan cepat; sipuspus, guna-guna untuk menghancurkan orang; mandabu sipuspus, memakai guna-guna itu terhadap seseorang.

Pustaha, pustaka, buku diperbuat dari kulit kayu dalam mana dituliskan segala pengetahuan mengenai hadatuon.

Pusu, pusupusu, jantung; dalam arti kiasan: rasa hati = ateate; malambok pusupusu, merasa senang, berhati-hati; malae pusu, idem; maepusu, (dari: mangae pusu) sakit perut; tarpusu, terkena di jantung; parpusupusuan, sekitar jantung, bagian ulu hati; manghapusuhon, membuat sesuatu dengan giat untuk mana orang juga turut menyetujuinya; dihapusuhon rohana, diperkuatnya batinnya; pusu ni roha, dendam, benci.

Pusuk, pucuk, ujung daun palem yang paling dalam, tunas pohon kayu atau tanaman yang berdaun kertas sigaret untuk mana orang suka sekali memakai daun halus; pusuk ni hau, pucuk pohon kayu yang lembek dan muda, tunas; pamusuk, yang terkemuka dalam rapat; pemimpin pengambil kapur Barus.

Pusungpusung, sedapan yang dimakan secara diam-diam tanpa diketahui orang; mamusungi, memperoleh sesuatu tanpa memberikan kepada siapapun msl suaminya.

Pute, mamute, merusakkan, mengoyakkan, mencabik.

Putek, = putik.

Puti, putih, bersih, suci, murni; hambing puti, kambing putih dalam istilah persembahan; puti, sisi dadu dimana hanya terlihat satu mata; orang puti, sekte padri yang semenjak 1885 beberapa kali menyerang tanah Batak; pinggan puti, piring putih (tanpa gambar).

Putik, mamutik, memetik buah-buahan; mamutihi, mengeluarkan tangkai buah-buahan.

Putor, mamutor, putar, memutar; marputorputor, berputar-putar, bolak-balik; putorputor, sesuatu benda atau alat perkakas yang berputar.

Putput, = maputput, patah mengenai bulu, hilang, habis; mamutputi, mencabut bulu burung, mencabuti sampai bersih.

Putung, parputung, orang yang marahnya sulit mereda.

Putus, berakhir, selesai mengenai pertikaian, perlawanan, perkara, masalah, urusan, mati mengenai manusia dan ternak; paputushon, memutuskan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar Anda, sumbangsih Blog saya...